Buku ini mengulas pemberontakan yang terjadi setelah kemerdekaan dan apa motif pemberontakan tersebut.
Bagi seorang pemimpin, bertindak secara cerdas dalam berbangsa dan bernegara hanyalah mungkin apabila dilandasi oleh usaha untuk memahami gagasan dan motif dari para kognitariat (pekerja otak).
Pada awal perang dunia ke-2 tahun 1942, Belanda ditaklukan oleh Bala Tentara dari Nippon Jepang yang mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan bagi Bangsa Indonesia. Namun dibalik itu, Jepang seakan diberi peranan historis untuk menghalau penjajahan sekaligus membangkitkan kembali jiwa keprajuritan Bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan melalui perjuangan bersenjata.