Sejarah bangsa Indonesia selalu mencatat perjuangan kaum wanitanya, baik untuk kepentingan kaum wanita sendiri maupun untuk perjuangan bangsa Indonesia. Pada tanggal 22 Desember 1928 untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa Indonesia, kaum wanita berhimpun bersama dengan tujuan untuk mewujudkan persatuan antara organisasi wanita serta membicarakan soal kewajiban, kepentingan dan perbaikan nas…
Janganlah kita menunggu untuk menghadang musuh di lepas pantai, tetapi hadanglah musuh tersebut sejauh kita mampu melakukan nya, sehingga kita dapat membatalkan inisiatif musuh tersebut untuk menyerang kita.
Pengarang-pengarang asing khususnya Belanda bersifat tendensius, cara pemikiran yang hanya menguntungkan bagi maksud politiknya.