Text
IMPLEMENTASI POLA PENGASUHAN TARUNA AAL DALAM RANGKA MEMBENTUK KARAKTER PERWIRA TNI ANGKATAN LAUT YANG TANGGAP, TANGGON DAN TRENGGINAS
Tesis ini berfokus pada implementasi kebijakan pola pengasuhan Taruna
Akademi Angkatan Laut (AAL) yang bertujuan untuk membentuk karakter
Perwira TNI AL yang Tanggap (penguasaan pengetahuan), Tanggon (sikap
dan perilaku), dan Trengginas (kesamaptaan jasmani). Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh fakta bahwa meskipun AAL telah memiliki kebijakan
pengasuhan yang komprehensif, masih ditemukan berbagai pelanggaran
dan ketidaksesuaian perilaku taruna dengan nilai-nilai yang hendak
dibentuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
studi teori Implementasi Kebijakan Van Meter dan Van Horn. Data
dikumpulkan melalui wawancara dengan pengasuh dan taruna, observasi
langsung, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model
analisis Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa secara umum
implementasi pola pengasuhan telah berjalan dengan kerangka kebijakan
yang jelas dan didukung oleh fasilitas, anggaran, serta motivasi pengasuh
yang kuat. Namun, beberapa tantangan signifikan teridentifikasi, antara
lain: (1) keterbatasan jumlah SDM pengasuh (hanya 66% dari formasi); (2)
belum adanya standar kompetensi tertulis bagi pengasuh; (3) budaya
hierarki yang kaku menghambat komunikasi empatik; (4) pengaruh negatif
teknologi informasi dan karakteristik Generasi Z; serta (5) sistem
komunikasi dengan orang tua yang masih reaktif. Berdasarkan analisis
SWOT yang dilakukan, posisi implementasi kebijakan berada pada
kuadran W-T (Weaknesses-Threats), yang membutuhkan strategi defensif
(turnaround). Sebagai rekomendasi, penelitian ini mengusulkan
serangkaian langkah perbaikan, seperti penambahan dan peningkatan
kualitas SDM pengasuh, penyusunan standar kompetensi pengasuh,
integrasi literasi digital, pelunakan hierarki dengan pendekatan mentoring,
pembentukan batalion terpisah, serta pembangunan komunikasi yang
proaktif dengan orang tua. Sinergi seluruh pemangku kepentingan di
lingkungan TNI AL sangat diperlukan untuk menghasilkan Perwira TNI AL
yang tidak hanya Tanggap, Tanggon, dan Trengginas, tetapi juga adaptif
terhadap tantangan era digital dan dinamika lingkungan strategis global.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pola Pengasuhan, Akademi Angkatan
Laut (AAL), Karakter Prajurit, Tanggap, Tanggon, Trengginas, Generasi Z.
Tidak tersedia versi lain