Text
OPTIMALISASI SISTEM ELEKTRONIK BAHAN BAKAR MINYAK DAN PELUMAS (E-BMP) GUNA KELANCARAN DISTRIBUSI DI BABEK TNI DALAM RANGKA MENDUKUNG OPERASIONAL ALUTSISTA TNI
Penelitian ini menganalisis kebutuhan TNI untuk beradaptasi dan
berkembang seiring dengan perubahan global dan perkembangan
teknologi. Transformasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk organisasi,
doktrin, sumber daya manusia, dan teknologi, untuk memastikan TNI tetap
relevan dan mampu menghadapi tantangan pertahanan. sistem pelaporan
BMP (Bahan Bakar Minyak dan Pelumas) sudah mengalami kemajuan ke
dalam pelaporan menggunakan sistem digital yaitu pelaporan berbasis.
Penelitian optimalisasi E-Bmp dapat menggunakan berbagai teori mulai
dari teori manajemen sistem informasi, teori manajemen sumber daya
manusia hingga analisis SWOT. Kombinasi teori-teori ini memberikan
landasan kuat untuk menjelaskan E-Bmp dapat dioptimalkan guna
memperlancar distribusi BBM dan pelumas, yang pada akhirnya
mendukung kesiapan operasional Alutsista TNI secara efektif dan modern
dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan
teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penyusunan strategi yang
dianggap efektif dalam mengoptimalkan sistem Elektronik Bahan Bakar
Minyak dan Pelumas (E-Bmp) adalah perekrutan dan penempatan personel
yang telah menjalani Pendidikan Perwira Bahan Bakar, Minyak, dan
Pelumas (BMP), sumber daya manusia yang telah dibekali kompetensi
khusus, relevan, dan terintegrasi antara pengetahuan logistik militer,
manajemen bahan bakar, serta penguasaan sistem digital modern. Sekolah
BMP memiliki peran strategis sebagai lembaga pembinaan dan pelatihan
sumber daya manusia di bidang pengelolaan bahan bakar dan pelumas.
Dengan adanya penerapan sistem E-Bmp berbasis paperless, sekolah ini
memperoleh kesempatan besar untuk meningkatkan kompetensi peserta
didiknya. Fakta kendala hanya berkaitan dengan sinyal dan bukan dengan
sistemnya sendiri justru menjadi indikator positif bahwa implementasi EBmp di unit tersebut telah cukup matang dan berhasil. Ini membuktikan
bahwa sistem telah dikelola dengan baik, SDM-nya terlatih, dan prosesnya
sudah terstandarisasi. Yang perlu ditingkatkan adalah resiliensi sistem
terhadap kondisi jaringan tidak stabil, misalnya dengan menyediakan fitur
offline transaction yang bisa disinkronkan ulang saat sinyal kembali.
Kata kunci: System E-Bmp, digitalisasi, MSDM, Organisasi Militer
Tidak tersedia versi lain