Text
STRATEGI PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA GENERASI MUDA MELALUI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM MENGHADAPI ANCAMAN PERANG ASIMETRIS DI WILAYAH KODAM JAYA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman perang
asimetris di era digital yang menyasar generasi muda melalui infiltrasi
ideologi, disinformasi, dan propaganda di media sosial. Sebagai wilayah
pusat pemerintahan dan komunikasi nasional, Kodam Jaya menjadi
kawasan strategis yang sangat rentan terhadap serangan non
konvensional tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi
kesadaran bela negara generasi muda di wilayah Kodam Jaya, menilai
efektivitas pemanfaatan media sosial dalam pembinaan nilai kebangsaan,
serta merumuskan strategi pembinaan yang adaptif terhadap dinamika
perang asimetris. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif
dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara
mendalam terhadap tujuh informan utama yang terdiri dari unsur TNI,
pemerintah daerah, dan masyarakat, serta dilengkapi studi literatur. Analisis
data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta
dibantu perangkat lunak NVivo 12 Plus untuk pengelompokan tema dan
visualisasi hubungan antar variabel penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran bela negara
generasi muda di wilayah Kodam Jaya masih tergolong sedang dan belum
sepenuhnya melembaga dalam perilaku sehari-hari. Rendahnya literasi
digital, degradasi nilai nasionalisme, serta kurangnya sinergi antarinstansi
dalam pembinaan menjadi faktor utama penghambat. Di sisi lain, media
sosial terbukti memiliki potensi besar sebagai sarana pembinaan ideologis
apabila dikelola secara kreatif dan terarah. Strategi yang direkomendasikan
meliputi: penguatan literasi digital kebangsaan, optimalisasi konten bela
negara di platform populer, pembentukan komunitas digital nasionalis, serta
kolaborasi antara Kodam Jaya, Pemprov DKI, dan tokoh muda digital dalam
mengarusutamakan narasi bela negara di ruang siber. Kesimpulannya,
pembinaan kesadaran bela negara di era Revolusi Industri 4.0 harus
bertransformasi dari pendekatan konvensional menjadi gerakan sosial
digital yang partisipatif, kreatif, dan berkelanjutan guna membentuk
generasi muda sebagai patriot digital bangsa.
Kata Kunci: Bela Negara, Generasi Muda, Perang Asimetris, Media Sosial,
Kodam Jaya.
Tidak tersedia versi lain