Text
ANALISIS MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI KRI dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO-991 (KRI WSH-991) DALAM RANGKA MISI DIPLOMASI PERTAHANAN LAUT
TNI Angkatan Laut memiliki fungsi diplomasi untuk mendukung kebijakan
luar negeri Indonesia. Kehadiran Kapal Bantu Rumah Sakit KRI dr. Wahidin
Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) dalam kegiatan Port Visit yang
diselenggarakan pada tahun 2024 merupakan salah satu wujud nyata dari upaya
diplomasi pertahanan laut yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Laut. Kegiatan
ini didukung oleh Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, serta
Markas Besar TNI, khususnya Pusat Kesehatan TNI. Salah satu aktivitas utama
yang dilakukan oleh KRI WSH-991 adalah memberikan pelayanan kesehatan
atau pengobatan gratis kepada masyarakat di sekitar wilayah negara yang
dikunjungi. Hal ini sesuai dengan fungsi dasar dari kapal tersebut yang
berorientasi pada bantuan kesehatan dan kemanusiaan. Kualitas pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh KRI WSH-991 sangat dipengaruhi oleh dua faktor
penting. Pertama, adalah dukungan logistik kesehatan yang mencakup berbagai
aspek, seperti penyediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), serta
pemeliharaan, perbaikan, dan kalibrasi alat kesehatan yang digunakan. Kedua,
adalah kompetensi yang diperlukan, yang mencakup kemampuan umum seperti
penguasaan bahasa Inggris serta kompetensi khusus di bidang kesehatan yang
harus dimiliki oleh personel dari Kementerian Kesehatan yang bertugas di KRI
WSH-991. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dan hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa dukungan logistik kesehatan dan kompetensi umum
serta profesionalisme merupakan dua aspek yang sangat penting dalam
menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh KRI
WSH-991. Hal ini tentunya berperan signifikan dalam pelaksanaan diplomasi
pertahanan laut yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut. Dengan demikian,
keberadaan KRI WSH-991 tidak hanya sekadar memberikan bantuan kesehatan,
tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat hubungan diplomatik antara
Indonesia dan negara-negara yang dikunjungi melalui kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Kata kunci : Mutu pelayanan kesehatan, logistik kesehatan, kompetensi,
diplomasi pertahanan.
Tidak tersedia versi lain