Text
ANALISIS KESIAPAN KENDARAAN PENDARAT AMFIBI KORPS MARINIR GUNA MENDUKUNG TUGAS KORPS MARINIR
Korps Marinir sebagai komponen utama pasukan pendarat TNI AL
memegang peran strategis dalam operasi amfibi, pertahanan pantai, dan
pengamanan pulau terluar. Keberhasilan operasi tersebut sangat bergantung
pada ketersediaan dan kesiapan Alutsista, khususnya kendaraan pendarat
amfibi sebagai tulang punggung mobilitas pasukan. Penelitian ini menganalisis
kesiapan kendaraan pendarat amfibi Korps Marinir TNI AL dalam mendukung
pelaksanaan tugas operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam di
lingkungan Markas Komando Korps Marinir, Resimen Kavaleri 1 Marinir,
Resimen Kavaleri 2 Marinir, Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 1 Marinir
dan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir Data dianalisis
menggunakan perangkat lunak NVivo 15 untuk mengidentifikasi pola dan
tema, dilanjutkan dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, Threats) untuk merumuskan strategi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan operasional
kendaraan pendarat amfibi hanya mencapai 35%, dengan mayoritas
kendaraan berusia lebih dari 60 tahun dan mengalami ketertinggalan teknologi
yang signifikan. Kendala utama meliputi ketersediaan suku cadang yang
terbatas, prosedur pengadaan yang tidak efektif, serta kesenjangan
kompetensi personel dalam menghadapi teknologi modern. Hasil analisis
SWOT menempatkan posisi strategis pada Kuadran IV (Strategi Defensif),
yang merekomendasikan upaya minimalisasi kelemahan internal dan mitigasi
ancaman eksternal. Strategi ini berfokus pada konsolidasi alutsista tua,
penguatan sistem logistik, dan peningkatan kompetensi SDM sebelum
melanjutkan program modernisasi secara lebih agresif.
Kata Kunci: Kesiapan Operasional, Kendaraan Pendarat Amfibi, Korps
Marinir, Analisis SWOT.
Tidak tersedia versi lain