Text
ANALISIS PENEMPATAN JABATAN PERWIRA MARINIR MELALUI UJI KOMPETENSI GUNA MENDUKUNG TUGAS KORPS MARINIR
Penempatan jabatan perwira di Korps Marinir merupakan proses
strategis yang berpengaruh langsung terhadap efektivitas organisasi dalam
menjalankan tugas pertahanan negara. Untuk menjamin profesionalisme
dan keadilan, TNI AL menetapkan sistem merit melalui Perkasal No. 46
Tahun 2021, di mana uji kompetensi digunakan sebagai instrumen untuk
memastikan prinsip the right man on the right place. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis: Proses pelaksanaan uji kompetensi dan kendala yang
dihadapi, Kriteria penilaian yang digunakan, Dampak hasil uji kompetensi
terhadap keputusan penempatan jabatan, serta Metode yang tepat agar uji
kompetensi lebih objektif, komprehensif, dan mendukung kesiapan Korps
Marinir. Dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan tools NVivo 12.
Data primer diperoleh dari wawancara dengan expert personel, data
sekunder berasal dari dokumen resmi dan literatur. Analisis dilakukan
melalui proses coding, triangulasi, dan pemetaan tematik. Untuk
memperdalam hasil, digunakan analisis SWOT guna mengidentifikasi faktor
internal dan eksternal, yang kemudian diformulasikan ke dalam strategi
melalui kerangka Kebijakan, Strategi, dan Upaya (KSU). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa uji kompetensi telah menjadi instrumen penting dalam
sistem merit, namun masih menghadapi kendala. Kriteria penilaian
mencakup aspek teknis, fisik, kepemimpinan, dan integritas. Dampak hasil
uji kompetensi terhadap penempatan jabatan cukup signifikan, meskipun
keputusan akhir masih dipengaruhi faktor eksternal seperti kebutuhan
organisasi, senioritas, dan kebijakan pimpinan. Melalui analisis SWOT,
penelitian ini merumuskan empat strategi utama: optimalisasi sistem merit
berbasis teknologi, penguatan legitimasi hasil uji sebagai dasar
penempatan, integrasi uji kompetensi dalam pembinaan karier jangka
panjang, serta penerapan pembobotan variatif sesuai jenjang jabatan.
Strategi ini dipadukan dalam kerangka KSU sehingga kebijakan
menekankan sistem merit, strategi berfokus pada transparansi dan
digitalisasi, serta upaya diarahkan pada peningkatan kapasitas asesor,
fasilitas, dan evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, uji kompetensi tidak
hanya ebagai prosedur administratif, tetapi sebagai instrumen strategis
untuk memperkuat profesionalisme, objektivitas, dan kesiapan tempur
perwira Korps Marinir dalam menjaga kedaulatan negara.
Kata Kunci: Uji Kompetensi, Penempatan Jabatan, Korps Marinir, Sistem
Merit, SWOT, Kebijakan Strategi Upaya (KSU)
Tidak tersedia versi lain