Text
ANALISIS PENGARUH SINERGITAS STAKEHOLDER DAN PROFESIONALISME PRAJURIT BRIGIF 4 MARINIR/BS TERHADAP EFEKTIVITAS PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI PROVINSI LAMPUNG
Indonesia sebagai negara yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dan
memiliki ratusan gunung api aktif, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap
bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi, yang
sering menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa, termasuk di Provinsi
Lampung yang berada di jalur cincin api. Dalam konteks penanggulangan
bencana, Brigif 4 Marinir/BS memiliki peran strategis sebagai bagian dari TNI yang
bertugas membantu pemerintah dalam operasi kemanusiaan dan mitigasi
bencana. Namun, efektivitas pelaksanaan tugas tersebut masih belum optimal
akibat kurangnya sinergitas antar stakeholder seperti TNI, BPBD, Basarnas, dan
pemerintah daerah, serta keterbatasan profesionalisme prajurit dalam
keterampilan teknis penanganan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh sinergitas stakeholder dan profesionalisme Prajurit Brigif
4 Marinir/BS secara parsial dan simultan terhadap efektivitas penanggulangan
bencana alam di Provinsi Lampung, serta untuk mengkaji kebijakan, strategi dan
upaya-upaya guna meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana alam.
Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methode. Populasi penelitian ini
adalah Perwira Brigif 4 Marinir/BS yang berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling, sehingga sampel penelitian berjumlah 60
orang. Narasumber dalam penelitian ini adalah Gubernur Provinsi Lampung,
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Kepala Basarnas Lampung dan Komandan Brigif
4 Marinir/BS. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sinergitas stakeholder
dan profesionalisme Prajurit Brigif 4 Marinir/BS secara parsial berpengaruh positif
dan signifikan terhadap efektivitas penanggulangan bencana alam di Provinsi
Lampung. Sinergitas yang terbangun melalui koordinasi, komunikasi, dan
kolaborasi lintas sektor mampu meningkatkan efisiensi, responsivitas, dan
optimalisasi sumber daya dalam penanganan bencana, sementara
profesionalisme prajurit tercermin dari kesiapan, ketangguhan, serta kemampuan
teknis dan koordinatif yang mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Secara
simultan, kedua faktor ini saling melengkapi dalam menciptakan sistem
penanggulangan bencana yang terstruktur, adaptif, dan berdaya guna tinggi.
Berdasarkan analisis SWOT, strategi peningkatan efektivitas dilakukan melalui
penguatan sinergitas dan profesionalisme prajurit dengan pelatihan terpadu,
peningkatan sarana dan prasarana, serta kolaborasi multisektor yang
berkelanjutan guna mewujudkan penanggulangan bencana yang lebih tangguh di
Provinsi Lampung.
Kata kunci: sinergitas stakeholder, profesionalisme prajurit,
penanggulangan bencana
Tidak tersedia versi lain