Text
ANALISIS KESIAPAN YONMARHANLAN XII DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI WILAYAH PONTIANAK
Pontianak merupakan daerah rawan bencana alam yang berdasarkan data
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pontianak, terdapat dua
jenis bencana alam yang sering terjadi yakni Banjir dan kebakaran hutan
dan lahan (karhutla). Penanggulangan bencana alam merupakan salah
satu aspek penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah,
khususnya di daerah rawan bencana seperti Pontianak. Yonmarhanlan XII,
sebagai satuan pelaksana TNI AL yang berkedudukan di wilayah tersebut,
memiliki peran strategis dalam mendukung upaya penanggulangan
bencana alam. Akan tetapi permasalahan dalam hal ini adalah adanya
masalah faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kesiapan
dalam penanggulangan bencana alam, belum maksimalnya kompetensi
dan materi latihan yang dibutuhkan dalam melaksanakan bantuan
penanggulangan bencana serta perlunya strategi yang dapat diterapkan
untuk meningkatkan kesiapan dalam penanggulangan bencana alam di
Pontianak. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan
Yonmarhanlan XII dalam menghadapi dan menanggulangi bencana alam
di wilayah Pontianak, baik dari segi personel, sarana dan prasarana, sistem
komando, maupun koordinasi antarinstansi. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan,
wawancara mendalam, dan analisis dokumen dengan olah data
menggunakan NVIVO dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kesiapan Yonmarhanlan XII dalam penanggulangan bencana alam di
wilayah Pontianak sangat dipengaruhi oleh kombinasi enam faktor internal
dan enam eksternal yang membentuk tingkat efektivitas operasional
satuan. Selain itu peningkatan kesiapan Yonmarhanlan XII sangat
bergantung pada pengembangan kompetensi personel yang komprehensif
dan relevan dengan karakteristik ancaman bencana di wilayah Pontianak.
Hal ini tentunya berimplementasi pada ketiga strategi yang diharapkan
mampu menjadikan Yonmarhanlan XII sebagai satuan yang tidak hanya
siap secara fisik dan taktis, tetapi juga unggul dalam sinergi kelembagaan
dan pemanfaatan teknologi modern. Adapun ketiga strategi tersebut yakni
(1) Pembentukan Institusionalisasi Sistem Komando Terpadu antara
Yonmarhanlan XII dan Pemerintah Daerah dan pelibatan Masyarakat Sipil,
(2) Integrasi Sistem Peringatan Dini (early warning system), dan (3)
Pembentukan Komando Latihan Gabungan (KOLATGAB) Penanggulangan
Bencana Berbasis Sinergi Militer–Sipil.
Kata kunci : Kesiapan, Penanggulangan Bencana, Yonmarhanlan XII,
Pontianak, TNI AL.
Tidak tersedia versi lain