Text
ANALISIS PENERAPAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT dr. MIDIYATO SURATANI GUNA MENDUKUNG KESEJAHTERAAN PRAJURIT TNI ANGKATAN LAUT DI TANJUNGPINANG ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT dr. MIDIYATO SURATANI GUNA MENDUKUNG KESEJAHTERAAN PRAJURIT TNI ANGKATAN LAUT
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pola pengelolaan
keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) pada Rumkital dr. Midiyato
Suratani serta kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan prajurit
TNI Angkatan Laut di Tanjungpinang. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam,
observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis memakai model
interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data,
serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian memperlihatkan bahwa
penerapan PPK-BLU memberi kelonggaran dalam pengelolaan anggaran
yang mendorong perbaikan fasilitas dan layanan kesehatan bagi personel
militer. Kelonggaran anggaran ini berperan dalam peningkatan mutu,
perluasan akses, serta efisiensi operasional layanan kesehatan. Namun,
implementasi PPK-BLU masih menemui hambatan seperti keterbatasan
SDM, prosedur administrasi yang relatif rumit, dan pemanfaatan teknologi
informasi yang belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya
perbaikan manajerial dan penguatan dukungan teknis agar potensi
manfaat PPK-BLU dapat terwujud sepenuhnya. Implikasi teoretis dari
penelitian ini mengonfirmasi relevansi penerapan PPK-BLU pada rumah
sakit militer dan menambah khasanah kajian tentang fleksibilitas
keuangan dalam organisasi publik. Temuan juga memperkaya
pemahaman mengenai keterkaitan manajemen keuangan publik dengan
peningkatan hasil sosial, khususnya kesejahteraan prajurit. Selain itu,
studi ini menekankan pentingnya penguatan SDM, penyederhanaan
prosedur, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk memastikan
keberhasilan pelaksanaan PPK-BLU di sektor kesehatan militer.
Rekomendasi praktis yang disarankan meliputi rekrutmen dan pelatihan
tenaga kesehatan khusus, penyederhanaan alur birokrasi, serta investasi
pada sistem informasi manajemen rumah sakit yang terintegrasi.
Penelitian lanjutan disarankan mengevaluasi dampak jangka panjang
PPK-BLU terhadap indikator kesehatan dan kesejahteraan militer di
berbagai wilayah untuk menguatkan generalisasi temuan. Kolaborasi
antarinstansi akan mempercepat implementasi dan pemecahan masalah
strategis.
Kata kunci: PPK-BLU, rumah sakit militer, kesejahteraan prajurit,
pelayanan kesehatan.
Tidak tersedia versi lain