Text
STRATEGI PERTAHANAN PERAIRAN PEDALAMAN GUNA MENINGKATKAN TRATEGI PERTAHANAN LAUT NUSANTARA DALAM RANGKA OPTIMALISASI KEAMANAN MARITIM
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki karakteristik geografis
kompleks yang mencakup perairan pedalaman seperti sungai, teluk, dan
danau yang berfungsi sebagai jalur logistik, pusat aktivitas ekonomi,
sekaligus ruang yang rawan terhadap ancaman non-militer. Namun,
Strategi Pertahanan Laut Nusantara (SPLN) saat ini lebih berfokus pada
pengamanan wilayah laut luar (outer ring), sehingga integrasi strategi
pertahanan perairan pedalaman belum optimal. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis penyebab ketidakterpaduan strategi, mengidentifikasi
pengaruh ancaman non-militer terhadap keamanan maritim, serta
merumuskan kebijakan dan strategi pertahanan perairan pedalaman guna
memperkuat efektivitas SPLN. Metode penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan
narasumber strategis dari Bakamla RI, Ditjen Strahan Kemhan, dan
Pusjianmar Seskoal, yang dianalisis menggunakan NVivo 12 Plus melalui
word frequency, coding Node , relationship map, dan analisis tematik.
Temuan penelitian menunjukkan adanya enam Node utama yang
membentuk kerangka strategi pertahanan pedalaman, yaitu: ancaman non
militer,
infrastruktur pertahanan, sistem pemantauan, mekanisme
pengolahan data operasional, dukungan kelembagaan, dan partisipasi
masyarakat. Sementara itu, hasil analisis SWOT menempatkan strategi
pertahanan pedalaman pada Kuadran I (SO) dengan skor IFAS 2,10 dan
EFAS 2,26, yang mengindikasikan perlunya strategi pertumbuhan dan
modernisasi berbasis kekuatan internal dan peluang eksternal. Penelitian
ini menghasilkan kebijakan strategis berupa pembangunan sistem
pertahanan perairan pedalaman yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis
digital melalui penguatan Maritime Domain Awareness (MDA), modernisasi
alutsista sungai, harmonisasi regulasi antar-lembaga, peningkatan kualitas
sumber daya manusia, serta kebijakan pertahanan berbasis data
(evidence-based defense policy). Implikasi penelitian menegaskan bahwa
strategi pertahanan perairan pedalaman merupakan komponen vital untuk
memperkuat SPLN dan membangun sistem pertahanan maritim berlapis
(defense-in-depth) yang modern, informatif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci : Pertahanan Perairan Pedalaman, Strategi Pertahanan Laut
Nusantara (SPLN), Keamanan Maritim, Ancaman Non-militer, Sistem
Pertahanan Berlapis (Defense-in-depth)
Tidak tersedia versi lain