Text
OPTIMALISASI PERAN INTELIJEN ANGKATAN LAUT GUNA MENDUKUNG LANAL DENPASAR DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEAMANAN DI PERAIRAN BALI
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah laut yang
luas dan menjadikannya jalur utama bagi komunikasi dan perdagangan global.
Salah satu kawasan strategis tersebut adalah Perairan Bali yang termasuk dalam
Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan memiliki tingkat kepadatan lalu lintas
pelayaran yang tinggi. Kondisi ini diiringi dengan meningkatnya potensi ancaman
keamanan maritim, seperti penyelundupan dan pelanggaran hukum lainnya. TNI
Angkatan Laut, khususnya Lanal Denpasar, memegang peran penting dalam
menjaga keamanan wilayah ini melalui fungsi intelijen. Namun, keterbatasan
personel, sarana dan prasarana, serta beban tugas yang tinggi menjadi tantangan
signifikan dalam pelaksanaan fungsi intelijen secara optimal. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisis kuantitas dan kualitas personel, sarana dan prasarana
intelijen serta kebijakan, strategi dan upaya untuk meningkatkan keamanan
maritim di Perairan Bali melalui optimalisasi peran intelijen Angkatan Laut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis
deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Peningkatan jumlah personel
intelijen di Perairan Bali menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat
kemampuan deteksi dini dan respons terhadap ancaman maritim, mengingat
kondisi personel Lanal Denpasar yang belum ideal secara kuantitas; 2) Kualitas
personel menjadi kunci strategis dalam pengolahan informasi, pemanfaatan
teknologi, serta penyusunan strategi yang adaptif terhadap dinamika ancaman; 3)
Ketersediaan sarana dan prasarana intelijen yang memadai, seperti sistem
komunikasi aman dan perangkat pengawasan modern, sangat penting untuk
mendukung efektivitas operasi intelijen; 4) Penelitian ini merekomendasikan
optimalisasi peran intelijen Angkatan Laut melalui strategi Turn Around berbasis
analisis SWOT, dengan fokus pada peningkatan personel, kolaborasi lintas
instansi, serta pemberdayaan komunitas lokal sebagai elemen pendukung sistem
deteksi dan peringatan dini. Seluruh upaya ini diarahkan untuk menciptakan sistem
intelijen maritim yang adaptif, partisipatif, dan terintegrasi guna menjaga stabilitas
dan keamanan di Perairan Bali.
Kata kunci: intelijen, keamanan maritim, Perairan Bali
Tidak tersedia versi lain