Text
STUDI PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN BERBASIS SURYA DAN ANGIN DI KOARMADA II DENGAN KONSEP SMART MICROGRID GUNA MENDUKUNG OPERASI MILITER MODERN
Komando Armada II (Koarmada II) menghadapi kerentanan strategis
akibat ketergantungan penuh pada pasokan listrik eksternal (PLN), yang
rentan terhadap gangguan dan mengancam kesiapan Operasi Militer Modern
berbasis Command, Control, Communications, Computers,Cyber, Combat
Systems, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C6ISR). Sistem
cadangan genset yang ada saat ini dinilai tidak memadai, memiliki cakupan
terbatas, dan jeda waktu transisi yang membahayakan operasional fasilitas
kritis seperti Pusat Komando dan Pengendalian. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengembangan energi terbarukan dengan konsep smart
microgrid untuk mengatasi kerentanan tersebut. Metode penelitian yang
digunakan adalah mixed methods (campuran), menggabungkan data
kualitatif dari wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama
dan data kuantitatif melalui simulasi teknis-ekonomis menggunakan
perangkat lunak HOMER Pro. Hasil analisis memvalidasi potensi energi
surya yang sangat tinggi (5,17 kWh/m²/hari) dan potensi energi angin yang
tidak layak secara teknis (2,51 m/s). Simulasi menghasilkan desain smart
microgrid optimal untuk beban prioritas (terdiri dari PLTS 838 kW dan Baterai
1 MWh) yang mampu memberikan otonomi daya selama 2,59 jam dan
mencapai renewable fraction 40,7%. Desain ini terbukti layak secara finansial
(NPC Rp 69,0 Miliar; Simple Payback 11 tahun) dan secara langsung
menjawab kebutuhan operasional dengan mengeliminasi jeda waktu transisi
daya. Penelitian ini merekomendasikan strategi Turn Around, berfokus pada
penyusunan proposal investasi strategis, integrasi dengan peremajaan
infrastruktur, dan prioritas implementasi PLTS Atap.
Kata Kunci: Energi Terbarukan, Smart Microgrid, Ketahanan Energi,
Koarmada II, PLTS
Tidak tersedia versi lain