Text
STRATEGI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PESAWAT TANPA AWAK GUNA MENGHADAPI PERANG MODERN DALAM RANGKA MENDUKUNG TUGAS TNI ANGKATAN LAUT
UAV saat ini memiliki manfaat yang signifikan di militer, seperti efektivitas
dalam pengintaian, mengurangi risiko personel militer, dan efisiensi dalam
berbagai operasi pertahanan. Dengan meningkatnya kompleksitas
ancaman keamanan global, banyak negara mulai mengalokasikan sumber
daya untuk mengembangkan teknologi UAV mereka. Bagi Indonesia,
inovasi di sektor UAV sangat penting untuk meningkatkan kemampuan
pertahanan dan menjaga kedaulatan negara. Tujuan penelitian ini adalah
merumuskan kebijakan, strategi, dan upaya untuk meningkatkan
kemampuan UAV guna mendukung tugas TNI AL dalam perang modern.
Metode pendekatan menggunakan pendekatan kualitatif, data primer
diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 5 informan ahli dan
kuesioner pembobotan faktor kepada 5 responden. Analisis dilakukan
dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil pembahasan menunjukkan
Faktor internal meliputi UAV mendukung efisiensi operasi laut, dukungan
NCW, dan potensi kamikaze, sementara kelemahan dominan adalah
ketergantungan teknologi asing, keterbatasan SDM, dan absennya doktrin.
Faktor eksternal mencakup peluang kolaborasi BRIN-PTDI dan ancaman
cuaca ekstrem serta persaingan global. Hasil penelitian menghasilkan
kebijakan "terwujudnya pengembangan kemampuan pesawat tanpa awak
melalui peningkatan kemampuan uav untuk patroli maritim, peningkatan
kemampuan network centric warfare, dan peningkatan uav menjadi UAV
kamikaze guna menghadapi perang modern dalam rangka mendukung
tugas tni angkatan laut".
Kata Kunci:
UAV, Perang Modern, Network-Centric Warfare, Drone Kamikaze,
Pengawasan Maritim
Tidak tersedia versi lain