Text
ANALISIS KEPUTUSAN PENGGANTIAN DIESEL GENERATOR PADA KRI BIMA SUCI BERDASARKAN KRITERIA TEKNIS ALTERNATIF PEMELIHARAAN DAN DAMPAKNYA PADA KESIAPAN PELAYARAN MUHIBAH DIPLOMASI
Diesel Generator (DG) merupakan subsistem kritis pada KRI Bima Suci yang
berfungsi sebagai sumber utama suplai tenaga listrik bagi sistem navigasi,
komunikasi, akomodasi, dan dukungan kegiatan diplomasi maritim. Dalam
pelaksanaan pelayaran muhibah, gangguan pada sistem kelistrikan
berpotensi menurunkan readiness kapal dan berdampak pada kredibilitas
diplomasi TNI AL. DG lama berkapasitas 425 kW mengalami penurunan
performa berupa kenaikan konsumsi BBM, peningkatan frekuensi gangguan
teknis, serta kebutuhan operasi paralel secara terus-menerus pada beban
rata-rata 390 kW (≈92% kapasitas), yang menyimpang dari standar pabrikan.
TNI AL melakukan penggantian DG dengan unit baru 565 kW, namun
efektivitas nyata terhadap peningkatan readiness belum terdokumentasi
secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa teknis DG
lama dan baru berdasarkan parameter efisiensi bahan bakar (SFOC),
keandalan (MTBF), ketersediaan (Availability), dan maintainability;
menganalisis pengaruh perubahan performa tersebut terhadap kesiapan
pelayaran muhibah diplomasi; serta merumuskan Kebijakan, Strategi, dan
Upaya bagi TNI AL. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
komparatif berbasis data logbook, laporan pemeliharaan, dan kuesioner
Likert kepada personel teknis. Hasil penelitian menunjukkan DG baru
menurunkan konsumsi BBM ±9%, meningkatkan MTBF, menurunkan
downtime, dan memungkinkan operasi single generator pada beban jelajah
normal, sehingga readiness dan keberlangsungan kegiatan diplomasi
menjadi lebih terjaga. Dengan demikian, modernisasi DG terbukti
memberikan peningkatan signifikan terhadap efektivitas teknis dan
operasional KRI Bima Suci.
Kata Kunci : Diesel Generator, Efisiensi Bahan Bakar, MTBF, Availability,
Maintainability, Modernisasi Teknologi, Diplomasi Maritim
Tidak tersedia versi lain