Text
ANALISIS TECHNOLOGY READINESS LEVEL KRI DIHADAPKAN PADA PEPERANGAN GENERASI KELIMA DALAM MENDUKUNG TUGAS TNI AL
Peperangan generasi kelima ditandai dengan konvergensi teknologi canggih
seperti kecerdasan buatan, senjata berbasis energi, perang siber, dan
integrasi sistem multidomain yang kompleks. Kondisi ini menuntut TRL
teknologi sebagai salah satu elemen penting kekuatan Kapal Perang Republik
Indonesia (KRI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana
Technology Readiness Level (TRL) KRI dalam menghadapi dinamika
peperangan generasi kelima serta kontribusinya terhadap keberhasilan
pelaksanaan tugas pokok TNI AL. Metode yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif dengan pendekatan pengambilan keputusan multikriteria melalui
Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by
Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), serta didukung analisis sensitivitas untuk
menguji keandalan hasil yang diperoleh. Pengambilan data dilakukan melalui
studi literatur dan wawancara mendalam dengan panel ahli. Berdasarkan hasil
penelitian, kriteria paling penting dalam penilaian KRI adalah teknologi
terintegrasi (bobot 0,4931), disusul oleh kemampuan bertahan (0,3681) dan
pelatihan personel (0,1386). Hasil evaluasi ini dianggap konsisten karena
memiliki rasio konsistensi (CR) sebesar 0,0852, yang berada di bawah ambang
batas 0,1. Dari semua subkriteria, CMS (Combat Management System)
memiliki bobot tertinggi (0,067), diikuti oleh UAV dan sistem senjata.
Selanjutnya, pada tahap TOPSIS, empat KRI dievaluasi tingkat kesiapan
teknologinya (TRL). Hasilnya menunjukkan KRI DPN-365, KRI SHN-366, dan
KRI SIM-367, berada pada level TRL maksimum dengan nilai masing-masing
0,9118, 0,8822, dan 0,8622, serta KRI FKO-368 dengan nilai 0,7853 pada level
TRL normal. Penelitian ini memberikan berkontribusi dalam perumusan
strategi pembangunan kekuatan TNI AL yang adaptif, khususnya dalam
menghadapi peperangan generasi kelima. Hasilnya memberikan analisis
kualitatif nyata tentang level TRL pada KRI kelas SIGMA, yang sangat relevan
mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan ancaman baru.
Kata kunci: Technology Readiness Level (TRL), KRI SIGMA class, Analytic
Hierarchy Process (AHP), Technique for Order Preference By Similarity To
Ideal Solutions (TOPSIS).
Tidak tersedia versi lain