Text
PENGARUH PEMBINAAN GENDERANG SULING GITA JALA TARUNA DAN POLA PENGASUHAN TERHADAP KEDISIPLINAN TARUNA AAL GENERASI Z SEBAGAI PENDUKUNG DIPLOMASI PERTAHANAN
Pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL) memiliki perbedaan
yang mendasar dengan pendidikan tinggi pada umumnya dengan
pembentukan karakter, kejuangan, militansi dan kedisiplinan calon perwira
TNI AL yang berjiwa ksatria dan beretika sesuai nilai Hree Dharma Shanty
sangat diutamakan melalui pola pengasuhan. Selain itu juga mendidik
profesionalisme melalui pendidikan akademis. Tantangan muncul dengan
hadirnya Taruna dari Generasi Z yang memiliki karakteristik digital, kritis,
dan lebih terbuka terhadap pendekatan dialogis. Kondisi ini menuntut
pembinaan dan pola pengasuhan yang adaptif agar kedisiplinan tetap
terpelihara tanpa mengabaikan karakter generasional. Penelitian ini
bertujuan menganalisis pengaruh pembinaan Genderang Suling Gita Jala
Taruna dan pola pengasuhan terhadap kedisiplinan Taruna AAL Generasi Z
sebagai pendukung diplomasi pertahanan. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least
Square (PLS) terhadap Taruna AAL tingkat II dan III serta perwira pengasuh.
Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan diolah untuk menguji
hubungan parsial maupun simultan antar variabel. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pembinaan Genderang Suling Gita Jala Taruna
berpengaruh positif signifikan terhadap kedisiplinan Taruna, karena
kegiatan tersebut menanamkan nilai-nilai kerja sama tim, ketepatan, dan
tanggung jawab kolektif. Pola pengasuhan otoritatif yang menggabungkan
ketegasan dan empati juga berpengaruh signifikan terhadap pembentukan
kedisiplinan yang adaptif di kalangan Taruna AAL Generasi Z. Secara
simultan, kedua variabel tersebut memiliki pengaruh kuat terhadap
peningkatan kedisiplinan, yang pada gilirannya memperkuat citra AAL
sebagai institusi pembentuk perwira berkarakter dan menjadi representasi
diplomasi pertahanan Indonesia di forum internasional melalui penampilan
Genderang Suling Gita Jala Taruna. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif,
kemudian dilaksanakan perumusan strategi dengan analisis SWOT.
Penelitian ini merekomendasikan pembinaan berbasis karakter dan
teknologi, serta pengasuhan dialogis yang tetap menjunjung hierarki militer
sebagai strategi penguatan disiplin Taruna AAL sebagai pendukung
diplomasi pertahanan di era generasi digital.
Kata kunci: Kedisiplinan Taruna, Generasi Z, Pembinaan, Pola
Pengasuhan, Diplomasi Pertahanan.
Tidak tersedia versi lain