Text
ANALISIS FASLABUH KAPAL BERDIMENSI BESAR DI KOARMADA I GUNA MENJAGA STABILITAS KAWASAN
Penelitian ini menganalisis kesiapan Fasilitas Labuh (Faslabuh) di
wilayah Komando Armada I (Koarmada I) untuk mendukung operasional
Kapal Republik Indonesia (KRI) berdimensi besar, guna menjaga stabilitas
kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan
pendekatan deskriptif analitis, yang diperkuat oleh aplikasi Analytical
Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas faslabuh terbaik dan
analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam dengan narasumber kunci dan studi dokumentasi.
Hasil analisis AHP menempatkan Faslabuh Teluk Ratai sebagai pilihan
prioritas utama (skor 51,20%) karena keunggulan kapasitas fisiknya, diikuti
Sabang Mawang (36,11%) dan Selat Lampa (12,69%). Analisis SWOT
terhadap Faslabuh Teluk Ratai menempatkannya pada kuadran Strengths
Opportunities (S-O), yang membutuhkan strategi agresif. Berdasarkan
temuan tersebut, dirumuskan kebijakan utama: "Terwujudnya Faslabuh
Teluk Ratai sebagai pusat pelayanan kapal berdimensi besar di Koarmada
I
yang andal, modern, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan
operasi laut dan stabilitas keamanan kawasan". Strategi untuk
mencapainya meliputi optimalisasi kekuatan lokasi dan kondisi alam,
modernisasi infrastruktur dan teknologi, serta penguatan kolaborasi
strategis dan manajemen risiko, yang dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai
upaya operasional. Rekomendasi praktis difokuskan pada percepatan
modernisasi infrastruktur secara bertahap dan peningkatan kolaborasi serta
kapasitas Sumber Daya Manusia.
Kata Kunci: Fasilitas Labuh (Faslabuh), Kapal Berdimensi Besar,
Koarmada I, AHP, SWOT, Stabilitas Kawasan.
Tidak tersedia versi lain