Text
EVALUASI PROGRAM POLA PEMBINAAN KARIER PRAJURIT TNI STRATA KOLONEL DALAM RANGKA MENINGKATKAN PROFESIONALISME SDM DI KEMHAN RI
Profesionalisme sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor kunci dalam
menjaga kesiapan dan ketahanan nasional di tengah dinamika lingkungan
strategis global yang kompleks. Dalam konteks tersebut, Kemhan RI memiliki
tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa pembinaan karier (Binkar) prajurit
TNI, khususnya strata Kolonel, berjalan secara objektif, transparan, dan berbasis
kompetensi. Namun, kondisi faktual menunjukkan masih adanya kesenjangan
implementasi antara regulasi dan praktik. Dalam mekanisme Binkar, proses
penilaian oleh Tim Baperjakat tingkat Satker masih bersifat subyektif dan belum
menggunakan instrumen uji kompetensi dan manajemen talenta, kemudian masih
kuatnya pengaruh budaya organisasi yang paternalistik dan subjektivitas dalam
proses pengusulan jabatan, termasuk adanya kebijakan pimpinan dengan
menempatkan personel dari luar Kemhan yang semakin membuat antrian semakin
panjang. Fenomena ini mencerminkan belum optimalnya penerapan prinsip
meritokrasi dan manajemen talenta dalam pola Binkar. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program pola pembinaan karier
prajurit TNI strata Kolonel di lingkungan Kemhan, dengan menggunakan metode
CIPP (Contex, Input, Process, Product). Pengumpulan data melalui wawancara
mendalam, serta pemetaan tematik menggunakan perangkat NVivo. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum dan sumber daya pendukung
Binkar di Kemhan telah memadai, namun praktiknya masih diwarnai subjektivitas
dalam penilaian, belum terintegrasinya sistem asessment berbasis kompetensi,
dan lemahnya mekanisme evaluasi pascapenempatan. Tiga strategi utama
diidentifikasi untuk mengoptimalkan pelaksanaan Binkar, yaitu: (1) Penguatan
regulasi yang adaptif dalam pola Binkar, (2) Penguatan sistem meritokrasi dalam
proses seleksi dan penempatan melalui open bidding serta digitalisasi, dan (3)
Evaluasi dan umpan balik berkelanjutan atas hasil program Binkar. Strategi
tersebut membentuk siklus berkelanjutan antara regulasi, pelaksanaan, dan
evaluasi yang menjamin profesionalisme, objektivitas, serta keadilan karier di
lingkungan Kemhan RI. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan sistem merit
dan manajemen talenta secara konsisten tidak hanya memperkuat akuntabilitas
dan kepercayaan organisasi, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan tata
kelola karier prajurit TNI yang adaptif, modern, dan berdaya saing institusional.
Dengan demikian, Binkar bukan sekadar proses administratif, melainkan
instrumen strategis dalam membangun SDM yang profesional dan unggul di era
transformasi birokrasi nasional.
Kata kunci: Pembinaan Karier, Meritokrasi, Manajemen Talenta, Evaluasi Kinerja,
Budaya Organisasi, Profesionalisme TNI, Kementerian Pertahanan.
Tidak tersedia versi lain