Text
STRATEGI PENGEMBANGAN OMSP DALAM MENGHADAPI ANCAMAN MARITIM NON TRADISIONAL DI WILAYAH KERJA KODAERAL X JAYAPURA
Wilayah kerja Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura merupakan
gerbang timur Indonesia dan zona penyangga vital di kawasan Indo-Pasifik
menghadapi peningkatan ancaman maritim non-tradisional yang cukup kompleks,
seperti Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing), penyelundupan,
dan kejahatan lintas batas. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah belum
optimalnya strategi OMSP Kodaeral X dalam menghadapi ancaman ini, yang
disebabkan oleh operasi yang bersifat sektoral, kurangnya koordinasi antar
lembaga, keterbatasan pemanfaatan teknologi, dan lemahnya daya dukung logistik.
Tujuan spesifik dari penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas ancaman
maritim non-tradisional di wilayah kerja Kodaeral X Jayapura, mengidentifikasi
faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perumusan strategi OMSP,
merumuskan strategi pengembangan OMSP yang efektif dalam menghadapi
ancaman prioritas dan merumuskan implementasi strategi terpilih ke dalam
kebijakan, strategi, dan upaya operasional. Penelitian ini menggunakan metode
campuran (mixed methods) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Kerangka
analisis yang digunakan berupa integrasi Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk
menentukan prioritas ancaman maritim non-tradisional, DIMEFILD Framework
untuk menganalisis faktor internal (kekuatan dan kelemahan), PESTEL Framework
untuk menganalisis faktor eksternal (peluang dan ancaman), dan SWOT Analysis
untuk merumuskan dan memilih alternatif strategi optimal. Hasil sintesis AHP
menunjukkan bahwa tiga ancaman maritim non-tradisional yang paling prioritas
untuk ditangani Kodaeral X adalah Penyelundupan (Bobot 0,269), Pelanggaran
Wilayah (Bobot 0,225), dan IUU Fishing (Bobot 0,140). Posisi Strategis berada di
Kuadran III (Turn-Around Strategy), dengan total skor kelemahan (1,901) sedikit
lebih besar daripada kekuatan (1,838), namun lingkungan eksternal memberikan
peluang (2,272) yang lebih besar daripada ancaman (2,019). Strategi Prioritas yang
paling optimal adalah strategi pemanfaatan peluang untuk mengatasi kelemahan
(WO), di antaranya adalah Peningkatan Kemampuan Pangkalan AL untuk
Mengamankan Jalur Perdagangan Strategis (W3O3: 0,1129) dan Pemanfaatan
Teknologi Maritim untuk Mengatasi Kelemahan Pangkalan AL (W3O5: 0,1077).
Strategi pengembangan OMSP yang efektif di wilayah kerja Kodaeral X dengan
mengintegrasikan pendekatan militer yang adaptif dengan pemanfaatan peluang
teknologi dan penguatan kapasitas internal (termasuk pangkalan dan SDM) untuk
secara tegas memprioritaskan penanggulangan ancaman maritim non-tradisional.
Kata Kunci: Ancaman Maritim Non-Tradisional, OMSP, Strategi Kebijakan,
Kodaeral X Jayapura.
Tidak tersedia versi lain