Text
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN KEMAMPUAN KRI KELAS BANTU TUNDA SAMUDERA GUNA MENUNJANG PELAKSANAAN OPERASI KRI DALAM RANGKA MENDUKUNG TUGAS TNI ANGKATAN LAUT
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas
membutuhkan kesiapan kapal perang TNI AL dalam melaksanakan tugas
pertahanan dan keamanan negara. KRI kelas Bantu Tunda Samudera
(BTD) memiliki peran strategis dalam melaksanakan fungsi dukungan
seperti penundaan, penyelaman terbatas, SAR, pemadaman kebakaran,
dan dukungan logistik di laut. Namun, kondisi eksisting menunjukkan
berbagai keterbatasan antara lain tidak berfungsinya Automatic Towing
Winch, penurunan performa sistem platform, keterbatasan fasilitas
Hyperbaric/Decompression Chamber, serta kekurangan personel terhadap
DSP yang menurunkan efektivitas operasional. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis kondisi eksisting kemampuan KRI kelas BTD (studi
kasus di KRI Soputan-923), mengidentifikasi faktor-faktor yang paling
berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan, dan menetapkan prioritas
peningkatan kemampuan guna mendukung tugas operasi KRI dalam
rangka mewujudkan tugas TNI AL. Metode yang digunakan adalah
kombinasi SWOT-SKA. Output yang diharapkan berupa peta prioritas
peningkatan yang mencakup revitalisasi sistem penundaan, pemulihan dan
modernisasi sistem propulsi serta daya listrik kapal, pemenuhan peralatan
keselamatan dan SAR (termasuk Hyperbaric Decompression Chamber),
serta pemenuhan DSP dan peningkatan kompetensi personel. Kontribusi
penelitian ini adalah penyusunan konsepsi peningkatan kemampuan KRI
kelas BTD berbasis pembobotan objektif/terukur sebagai rujukan kebijakan
pemeliharaan, modernisasi, dan pengembangan SDM TNI AL yang selaras
dengan kebutuhan operasi dan pembangunan kekuatan.
Kata kunci:
KRI Kelas Bantu Tunda Samudera, Fungsi Unsur Pendukung, Peningkatan
kemampuan, Tugas TNI AL
Tidak tersedia versi lain