Text
ANALISIS DAMPAK PENERBITAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA (SBSN) GUNA MENDUKUNG PEMBIAYAAN PERTAHANAN TNI ANGKATAN LAUT DALAM RANGKA PENINGKATAN KEMAMPUAN PERTAHANAN NEGARA
Pemanfaatan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk mendukung
pembangunan kekuatan pertahanan laut masih menghadapi sejumlah
permasalahan mendasar, antara lain keterbatasan perencanaan proyek
yang matang, minimnya kajian empiris terkait kontribusi SBSN terhadap
kesiapan operasional TNI AL, ketidaksinkronan koordinasi lintas lembaga,
serta belum optimalnya dukungan infrastruktur pertahanan di wilayah
perbatasan maritim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak
penerbitan SBSN terhadap efektivitas pembiayaan pertahanan TNI
Angkatan Laut dalam mendukung peningkatan kemampuan pertahanan
negara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif
deskriptif, dengan dukungan analisis tematik NVivo untuk mengidentifikasi
pola dan node utama dari hasil wawancara mendalam dengan para
pemangku kepentingan di Kementerian Pertahanan, TNI AL, dan DJPPR
Kementerian Keuangan. Analisis dilengkapi dengan kerangka SWOT
(Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk merumuskan
strategi kebijakan optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SBSN
memiliki kekuatan struktural dan peluang strategis yang signifikan dalam
mendukung pembiayaan pembangunan pangkalan, fasilitas logistik, dan
perumahan prajurit. Instrumen ini memberikan pembiayaan jangka panjang
yang stabil, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah. Namun demikian,
implementasinya masih menghadapi sejumlah kelemahan internal, seperti
keterbatasan sumber daya manusia, kompleksitas birokrasi, serta
keterlambatan sinkronisasi lintas lembaga. Di sisi lain, terdapat ancaman
eksternal berupa fluktuasi fiskal nasional, risiko pasar syariah global, serta
tantangan geografis wilayah maritim Indonesia. Berdasarkan matriks
SWOT, dirumuskan empat strategi utama: penguatan tata kelola lintas
lembaga (SO), peningkatan kapasitas SDM dan digitalisasi sistem (WO),
prioritisasi proyek strategis perbatasan (ST), serta reformasi birokrasi dan
mitigasi risiko (WT). Penelitian ini menyimpulkan bahwa SBSN merupakan
instrumen keuangan strategis dan berkelanjutan yang berpotensi
memperkuat kemandirian fiskal dan kesiapan pertahanan maritim
Indonesia secara terpadu.
Kata kunci: SBSN, pembiayaan pertahanan, TNI Angkatan Laut, SWOT,
strategi maritim.
Tidak tersedia versi lain