Text
PENGARUH PEMANFAATAN UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) DAN KESIAPAN KRI TERHADAP EFEKTIVITAS STRATEGI PENANGKALAN TNI AL DI LAUT NATUNA UTARA
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah laut yang luas dan strategis,
termasuk Laut Natuna Utara yang kaya akan sumber daya alam dan menjadi jalur
pelayaran penting internasional. Namun, perairan ini rentan terhadap pelanggaran
hukum, seperti IUU Fishing dan pelanggaran wilayah oleh kapal asing. TNI AL
berperan penting dalam menjaga kedaulatan laut melalui strategi penangkalan
berbasis kehadiran dan diplomasi laut. Meskipun telah digelar Operasi Siaga Purla
dan Operasi Pengamanan Laut Natuna Utara, efektivitas strategi penangkalan TNI
AL masih menghadapi kendala, terutama pada aspek kesiapan KRI dan
keterbatasan alat deteksi. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi pertahanan
modern, seperti UAV serta peningkatan kesiapan KRI menjadi kunci dalam
memperkuat efektivitas strategi penangkalan TNI AL di wilayah perairan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan UAV dan
kesiapan KRI secara parsial dan simultan terhadap efektivitas strategi
penangkalan TNI AL di Laut Natuna Utara, serta mengkaji kebijakan, strategi dan
upaya-upaya untuk meningkatkan efektivitas strategi penangkalan TNI AL di
perairan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methode.
Populasi penelitian ini adalah ABK KRI jajaran Koarmada I, yaitu Satuan Kapal
Eskorta (Satkor), Satuan Kapal Amfibi (Satfib), Satuan Kapal Cepat (Satkat),
Satuan Kapal Ranjau (Satran) dan Satuan Kapal Bantu (Satban) sebanyak 2.992
orang. Perhitungan sampel menggunakan Rumus Slovin, sehingga didapatkan
jumlah 97 orang. Narasumber dalam penelitian ini adalah Pangkoarmada I, Asops
Koarmada I, Aslog Koarmada I, Askomlek Koarmada I dan Kadisharkap Koarmada
I. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemanfaatan UAV dan kesiapan KRI
secara parsial dan simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
efektivitas strategi penangkalan TNI AL di Laut Natuna Utara. UAV berperan
sebagai instrumen pengawasan dan deteksi dini yang meningkatkan kesadaran
situasional dan efisiensi pengambilan keputusan berbasis data, sementara
kesiapan KRI menentukan kemampuan respons cepat dan pengendalian wilayah
laut yang berkelanjutan. Integrasi keduanya mendukung prinsip Technology
Domain Awareness dan pendekatan capability-based approach, yang
memungkinkan TNI AL menghadapi dinamika ancaman secara adaptif dan
terukur. Hasil penelitian ini juga merekomendasikan strategi turn around melalui
modernisasi Alutsista, peningkatan kompetensi personel, dan digitalisasi sistem
logistik guna memperkuat efektivitas daya tangkal nasional secara jangka panjang
dan berkelanjutan.
Kata kunci: Unmanned Aerial Vehicle, Kesiapan KRI, Strategi Penangkalan
Tidak tersedia versi lain