Text
ANALISIS PEMBANGUNAN KEKUATAN PEPERANGAN RANJAU DALAM MENDUKUNG OPERASI MILITER PERANG KOARMADA II
Penelitian ini membahas pembangunan kekuatan peperangan
ranjau dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) Koarmada II
sebagai salah satu elemen strategis pertahanan laut Indonesia di kawasan
ALKI II. Dalam konteks geopolitik Indo-Pasifik yang dinamis, kemampuan
peperangan ranjau memiliki peran penting sebagai alat penangkalan dan
pengendalian laut untuk menjamin kedaulatan wilayah serta keamanan
jalur pelayaran nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi
aktual kekuatan peperangan ranjau, mengidentifikasi kesenjangan yang
ada serta merumuskan kebijakan dan strategi pengembangannya agar
mampu menjadi pengganda kekuatan bagi TNI Angkatan Laut. Metode
penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis
triangulasi melalui wawancara mendalam, studi dokumen dan analisis data
berbantuan perangkat lunak Nvivo 12 dan Super decission dipadukan
dengan SWOT analisis, Gap analisis dan Eisenhower analisis. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kekuatan peperangan ranjau Koarmada II
masih menghadapi keterbatasan pada tiga aspek utama, yaitu peranjauan,
tindakan perlawanan ranjau dan sumber daya manusia. Dari sisi
peranjauan, keterbatasan jumlah dan usia ranjau serta ketiadaan kapal
khusus penyebar ranjau menjadi kendala utama. Pada aspek tindakan
perlawanan ranjau, kemampuan deteksi dan netralisasi masih terbatas
akibat alutsista yang menua dan minimnya sistem modern berbasis sensor.
Sedangkan pada aspek sumber daya manusia, kurangnya personel dengan
kompetensi spesialis EOD dan pendidikan lanjutan menjadi faktor
pembatas kesiapan tempur satuan ranjau. Penelitian ini
merekomendasikan pembangunan kekuatan secara bertahap melalui
modernisasi alutsista, pembentukan depo ranjau daerah serta peningkatan
kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan latihan
spesialisasi. Dengan langkah tersebut, Koarmada II diharapkan mampu
mewujudkan sistem peperangan ranjau yang tangguh, adaptif dan berdaya
tangkal tinggi dalam mendukung pertahanan maritim nasional.
Kata Kunci: Peranjauan, Tindakan Perlawanan Ranjau, Sumber Daya
Manusia.
Tidak tersedia versi lain