Text
ANALISIS PENGGUNAAN KRI KELAS DIPONEGORO DALAM MENDUKUNG OPERASI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN DUNIA DI BAWAH KENDALI TAKTIS MARITIME TASK FORCE UNIFIL
Penelitian ini membahas efektivitas penggunaan Kapal Republik
Indonesia (KRI) kelas Diponegoro dalam mendukung Operasi
Pemeliharaan Perdamaian Dunia (OPPD) di bawah kendali taktis Maritime
Task Force (MTF) UNIFIL selama periode 2018–2025. Latar belakang
penelitian didorong oleh komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri
bebas aktif serta peran TNI Angkatan Laut sebagai instrumen diplomasi
pertahanan yang berpartisipasi dalam menjaga stabilitas kawasan melalui
misi perdamaian PBB. Seiring meningkatnya usia kapal dan kompleksitas
misi di Laut Mediterania, muncul kebutuhan untuk mengevaluasi kinerja dan
kesiapan teknis KRI kelas Diponegoro dalam melaksanakan operasi
maritim multinasional. Penelitian ini menggunakan metode campuran
(mixed method) dengan desain explanatory sequential, menggabungkan
analisis kuantitatif terhadap data persentase jam layar, jam terbang
helikopter, aktivitas pemeliharaan dan perbaikan, serta jumlah pencapaian
hailing di laut, dengan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam
bersama mantan Komandan KRI, mantan Komandan Satgas MTF TNI dan
mantan Deputy Commander/Chief of Staf MTF UNIFIL di Naqoura. Hasil
penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara persentase jam
layar dengan jumlah hailing, yang berarti semakin tinggi intensitas operasi
laut, semakin tinggi pula pencapaian misi interdiksi maritim. Namun,
keterbatasan sistem sensor, senjata, dan logistik menyebabkan fluktuasi
performa serta menurunkan daya tahan operasional kapal. Meskipun KRI
kelas Martadinata memiliki kemampuan lebih modern, hasil analisis
menunjukkan bahwa penggunaannya dalam misi UNIFIL dianggap overspec dan kurang efisien dibandingkan kebutuhan operasi dengan konflik
yang berintensitas rendah. Oleh karena itu, penelitian ini
merekomendasikan modernisasi bertahap KRI kelas Diponegoro melalui
peningkatan sistem sensor, komunikasi, dan mesin propulsi, serta
pembentukan tim pemeliharaan terdepan (forward maintenance team)
untuk menjaga kesiapan teknis di daerah operasi. Kesimpulannya,
penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi dukungan logistik dan
peningkatan kemampuan alutsista guna memperkuat peran strategis
Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia melalui operasi laut
multinasional.
Kata kunci: MTF, UNIFIL, KRI, Diponegoro, hailing
Tidak tersedia versi lain