Text
ANALISIS KESIAPAN KODAERAL IX GUNA MELAKSANAKAN OPERASI KEAMANAN LAUT DALAM RANGKA MENDUKUNG TUGAS TNI ANGKATAN LAUT
TNI Angkatan Laut memiliki peran strategis dalam menegakkan
kedaulatan, hukum, dan keamanan laut Indonesia. Validasi Organisasi
untuk merubah Pangkalan Utama TNI AL IX (Lantamal IX) menjadi
Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) yang bermarkas di Kota
Ambon menjadi sangat strategis karena lokasinya di perlintasan ALKI III
dan berbatasan dengan Australia-RDTL. Namun, dalam pelaksanaan
Operasi Keamanan Laut, Kodaeral IX menghadapi tantangan kesiapan
fungsi yang signifikan. Pangkalan memiliki beberapa fungsi diantaranya
adalah fungsi pemangkalan, pemeliharaan dan perbaikan, dan sebagai
dukungan logistik wilayah bagi satuan TNI/TNI AL. Permasalahan utama
meliputi ketidakoptimalan kesiapan unsur patroli (KRI, KAL, dan Patkamla)
akibat kerusakan, kurangnya jumlah unsur patroli, keterbatasan keahlian
personel teknis dan manajerial, serta keterbatasan kemampuan Fasilitas
Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Ambon dalam mendukung
pemeliharaan alutsista. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat
kesiapan Kodaeral IX, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat,
serta merumuskan kebijakan, strategi, dan upaya-upaya dalam
meningkatkan kesiapan Kodaeral IX. Penelitian ini menggunakan Mixed
Method Sequential Exploratory, mengombinasikan data kualitatif
(wawancara, observasi, studi dokumentasi) dengan analisis kuantitatif
SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kodaeral IX berada dalam posisi
Kuadran III (Turn Around), yang berarti Kodaeral IX memiliki kelemahan
internal yang signifikan dan membutuhkan strategi perbaikan dengan
memanfaatkan peluang eksternal yang ada secara efektif. Kesimpulannya,
peningkatan kesiapan Kodaeral IX dapat dicapai melalui : (1) Peningkatan
efektivitas patroli dengan menggunakan kemajuan teknologi berupa
pemanfaatan informasi dari data puskodal dan pengadaan peralatan
maritim yang modern;(2) Pengembangan SDM dengan melaksanakan
latihan untuk memastikan personel mampu melaksanakan tugas secara
optimal; dan (3) Peningkatan kemampuan Fasharkan Ambon melalui
investasi di bidang infrastruktur, teknologi dan kemampuan personel teknisi
fasharkan serta teknologi pendukungnya. Langkah-langkah tersebut
diharapkan dapat mengoptimalkan kesiapan Kodaeral IX dalam
mendukung tugas TNI Angkatan Laut.
Kata Kunci: Kesiapan, Kodaeral IX, Operasi Keamanan Laut, Mixed
Method, SWOT.
Tidak tersedia versi lain