Text
STRATEGI PENGGELARAN UNSUR KRI SEBAGAI PENINDAKAN AWAL DALAM UPAYA MENJAGA STABILITAS KEAMANAN MARITIM DI ALKI III
Wilayah laut ALKI III merupakan kawasan strategis yang rawan
berbagai ancaman terhadap stabilitas keamanan maritim, mulai dari
pelanggaran wilayah, illegal fishing, hingga infiltrasi lintas negara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi penggelaran
unsur KRI oleh Koarmada III serta keterpaduan dukungan logistik dan
struktur komando dalam menjaga keamanan maritim pada koridor timur
Indonesia. Fokus utama diarahkan pada tiga aspek, yaitu adaptasi pola
operasi patroli dan kehadiran unsur berdasarkan analisis ancaman aktual,
faktor pendukung dan penghambat efektivitas penggelaran unsur KRI, serta
integrasi sistem operasi, logistik, dan komando di lingkungan Kodaeral IX
Ambon, Kodaeral XI Merauke, dan Kodaeral XIV Sorong. Dengan
menggunakan metode kualitatif dan analisis tematik berbasis Nvivo,
penelitian menemukan bahwa penggelaran unsur KRI secara adaptif dan
kolaboratif meningkatkan daya tangkal serta mempercepat respons
terhadap insiden maritim, sementara keterpaduan logistik dan komando
menjadi penentu kelancaran rotasi unsur. Rekomendasi kebijakan
menekankan pentingnya modernisasi sistem sensor dan komunikasi,
penguatan logistik pangkalan di wilayah timur, dan peningkatan
interoperabilitas lintas instansi. Secara teoritis, penelitian ini mempertegas
kontribusi sinergi operasi dan integrasi kelembagaan dalam membangun
sistem pertahanan maritim yang adaptif terhadap kompleksitas ancaman.
Secara praktis, hasil penelitian menjadi dasar perbaikan perencanaan gelar
operasi, penataan doktrin, dan pengembangan kapasitas SDM pertahanan
laut nasional di kawasan ALKI III.
Kata kunci: Penggelaran KRI, Keamanan maritim, ALKI III.
Tidak tersedia versi lain