Text
ANALISIS STRATEGI OPERASI PENGAMANAN SELAT SINGAPURA GUNA MENANGGULANGI KASUS UNAUTHORIZED BOARDING DALAM RANGKA MENDUKUNG TUGAS TNI ANGKATAN LAUT
Selat Singapura merupakan jalur pelayaran internasional yang
sangat vital bagi perdagangan dunia sekaligus rentan terhadap kejahatan
maritim, terutama unauthorized boarding. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis efektivitas strategi operasi pengamanan yang dilaksanakan
unsur TNI Angkatan Laut melalui Operasi Patkor Indosin-25 secara bilateral
bersama Republic of Singapore Navy (RSN). Fokus analisis diarahkan
pada tiga aspek utama, perencanaan dan pola operasi, faktor pendukung,
penghambat, serta efektivitas pemanfaatan intelijen maritim dari sistem
MDA dan IFC. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan
analisis tematik NVivo, ditemukan bahwa keberhasilan operasi sangat
ditentukan oleh kesiapan unsur, koordinasi serta interoperabilitas sistem
komunikasi, dan pemanfaatan data intelijen real time. Kerja sama bilateral
dan mekanisme joint reporting line memperkuat upaya deteksi dini serta
respons terhadap potensi unauthorized boarding di sektor rawan.
Rekomendasi kebijakan menitikberatkan pada peningkatan integrasi sistem
pemantauan, penguatan SOP lintas komando, serta revitalisasi sinergi
stakeholder maritim. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan urgensi
strategi operasi berbasis data intelijen dan integrasi lintas institusi dalam
menghadapi tantangan keamanan laut yang dinamis di kawasan kritis Selat
Singapura. Secara praktis, hasil studi dapat dijadikan acuan dalam
perumusan strategi operasi, optimalisasi patroli, serta peningkatan
kapasitas aparat dan jaringan intelijen dalam menjaga stabilitas keamanan
maritim nasional.
Kata kunci: Keamanan Maritim, Unauthorized Boarding, Patkor Indosin-25,
Selat Singapura, Intelijen Maritim, Interoperabilitas, TNI Angkatan Laut.
Tidak tersedia versi lain