Bagi seorang pemimpin, bertindak secara cerdas dalam berbangsa dan bernegara hanyalah mungkin apabila dilandasi oleh usaha untuk memahami gagasan dan motif dari para kognitariat (pekerja otak).
Pada awal perang dunia ke-2 tahun 1942, Belanda ditaklukan oleh Bala Tentara dari Nippon Jepang yang mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan bagi Bangsa Indonesia. Namun dibalik itu, Jepang seakan diberi peranan historis untuk menghalau penjajahan sekaligus membangkitkan kembali jiwa keprajuritan Bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan melalui perjuangan bersenjata.
Buku inimembahas tentang pengalaman Pangeran Mangkudiningrat,ditempat pembuangannya di Penang, yang mencritakan peristiwa geger sepehi,penyerangan keraton Jogja oleh pasukan Inggris pada 18-21 Juni 1812.
Perjalanan kebangsaan kita sudah banyak kemajuan, seperti adanya demokratisasi dan kebebasan politik.
Pembangunan tidak pernah kehabisan agenda kritis. Semakin bertambah usia pembangunan, semakin meningkat jumlah maupun intensitasnya. Namun pada hakikatnya setiap bangsa mempunyai agenda kritis yang jumlahnya cukup terbatas, yang tetap masih manageable, tapi memang amat