Keterampilan diplomasi suatu bangsa merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan. Boleh dikatakan bahwa diplomasi merupakan kunci kesuksesan dalam hubungan internasional (International relationship.
Kitab yang ditulis oleh J.M. Dr. Ales Bebler, yang sewaktu di Indonesia menjadi Duta Besar Yugoslavia untuk Republik Indonesia, merupakan suatu karya dari kalangan luar yang mencoba mengupas sejarah Indonesia.
Masalah pergantian generasi didalam pimpinan ABRI dari generasi 1945 kepada generasi baru, generasi lulusan AKABRI.
Penerbitan buku "25 Tahun Trikora" adalah merupakan bagian dari kegiatan peringatan DUA PULUH LIMA TAHUN TRIKORA yang diprakarsai oleh YAYASAN BADAN KONTAK KELUARGA BESAR PERINTIS IRIAN BARA
The navy contribution to Australian Maritime Operation has been written at the unclassifed level
Surat Perintah Sebelas Maret (S.P. 11 Maret ; SUPER SEMAR) merupakan salah satu titik peristiwa yang ternyata menjadi salah satu tonggak sejarah Bangsa Indonesia, oleh karena itu dengan adanya SUPER SEMAR situasi dan kondisi yang kalut dan kabur yang meliputi kehidupan bangsa dapat diakhiri.
Perjuangan untuk mencapai integrasi ABRI sedang mencapai tahap menentukan. Sehingga pikiran para pejabat HANKAM ditujukan kepada usaha-usaha untuk memperkuat semangat integrasi.
Bila kita lepaskan konteks nilai politik dari mandat yang diberikan oleh oleh bungkarno itu dan juga menyishkan pro dan kontra penggunaannya, maka yang kita lihat adalah betapa besar peran yang dimainkan oleh Jenderal M. Jusuf pada saat sekitar 11 Maret 1966, telah mengangkat namanya pada percaturan politik nasional terutama pada masa awal Orde Baru.
The fury and the ferment of the Second World War, the dislocations and destructions of defeat, the sacrifices necessary for victory, brought abaout many shifts and changes in the international scen
Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini tidaklah lepas dari perjuangan para pahlawan bangsa. Suatu perjuangan jangka panjang, terus-menerus dan silih berganti.
Bagaimanapun jelas berbahaya mengabaikan tradisi dalam proses modernisasi, apalagi menempatkannya di seberang program modernisasi tersebut.