Penelitian ini mengkaji pengaruh sistem E-Kinerja dan teknologi informasi terhadap peningkatan kompetensi personel Dislitbangal TNI Angkatan Laut. Fokus penelitian adalah melihat pengaruh masing-masing dan gabungan kedua faktor ini dalam memperkuat kinerja, keterampilan, serta kesiapan operasional personel. Data diperoleh dari kuesioner dan kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa sistem E-Kin…
Kondisi saat ini, dihadapkan dengan kemajuan teknologi militer saat ini, alutsista kesenjataan Roket Marinir yang masih mengandalkan dengan pengoperasian secara manual diperlukan adanya rematerialisasi alutsista Roket yang dilengkapi dengan sIstem kendali otomatis dan komputerisasi. Kondisi tersebut menuntut adanya modernisasi kesenjataan pada resimen artileri Marinir dengan mempertimbangkan be…
Penelitian ini menganalisis kesiapan Fasilitas Labuh (Faslabuh) di wilayah Komando Armada I (Koarmada I) untuk mendukung operasional Kapal Republik Indonesia (KRI) berdimensi besar, guna menjaga stabilitas kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, yang diperkuat oleh aplikasi Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan p…
Dengan diberlakukannya UNCLOS 1982 sebagai hukum positif sejak tanggal 16 Nopember 1994, maka keberadaan Indonesia telah diakui secara internasional sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas perairan sekitar 5,8 juta Km2 atau lebih kurang 75% dari seluruh luas wilayah Indonesia. Dengan garis pantai sepanjang lebih kurang 81.000 Km dan wilayah laut Indonesia yang demikian luas serta terletak…
TNI AL sebagai komponen utama pertahanan negara di laut berkewajiban untuk menyiapkan sarana angkutan laut untuk mendukung kegiatan militer yang sampai saat ini disebut dengan Angkutan Laut Militer. Angkutan Laut Militer merupakan kegiatan TNI AL guna mendukung tugas TNI dalam melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang, yaitu untuk mendukung kegiatan pe…
Berkembangnya isu keamanan maritim setelah peristiwa 11 September 2001, segera direspons oleh dunia internasional dhi IMO (International Maritim Organization) dengan melaksanakan sidang dan menghasilkan suatu kode keamanan, mengamandemen SOLAS 74 dan menambahkan ISPS code di dalam lampirannya, yang telah berlaku mulai tanggal 1 Juli 2004. Dengan berlakunya ISPS code secara otomatis Indonesia se…
Berdasarkan konstelasi geografis, 70% dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah laut. Kondisi ini memerlukan jaminan keamanan untuk menegakkan kedaulatan. Negara Kesatuan Republik Indonesia di laut harus selalu dijaga dan dikendalikan. Hal yang terpenting laut bagi Indonesia adalah dalam aspek keamanan dan untuk kepentingan kesejahteraan bangsa sehingga dalam melaksanakan tugas per…
Perlombaan kecanggihan teknologi informasi, mau tidak mau memaksa kita harus memilih strategi tepat didalam memutuskan teknologi informasi yang beraragam.